Diamonds: Lab Grown vs Mined
JO Atelier uses ethically sourced materials which includes our 17k gold and lab grown diamonds.
What is the difference between a lab-grown diamond and a mined diamond?
Lab-grown and mined diamonds are chemically, physically, and optically identical — the only difference is where they were created.
Mined diamonds formed 1–3 billion years ago, roughly 145 km underground, under extreme heat and pressure before being pushed to the earth's surface through volcanic activity. Lab-grown diamonds replicate this exact process in a controlled environment, using one of two methods: High Pressure-High Temperature (HPHT) or Chemical Vapor Deposition (CVD) — both of which expose carbon to intense heat and pressure to grow a real diamond.
The Creation Process
Both methods produce a genuine diamond. HPHT places a diamond seed in carbon and subjects it to over 1,482°C and 10,300 bar of pressure. CVD places a diamond seed in a sealed chamber filled with carbon-rich gases, which break down and deposit pure carbon onto the seed. The result in both cases is a real diamond — just grown above ground instead of below it.
Social Impact
Lab-grown diamonds come with a fully transparent supply chain, eliminating the risk of conflict or blood diamonds. Labs operate with safe working conditions and above-average wages. By contrast, mined diamonds are often linked to unethical supply chains, poor working conditions, human rights violations, and child labour. Mined diamonds result in 1 documented injury per 1,000 workers annually; lab-grown diamonds result in zero.
Environmental Impact
Mining requires sifting through up to 80,000 kg of earth for a single 1-carat diamond, causing soil erosion, deforestation, and ecosystem destruction. Lab-grown diamonds disrupt just 0.006 m² of land per carat and produce little to no gaseous emissions, compared to 57 kg of carbon and 14 kg of sulfur oxide per carat from mining. Lab-grown diamonds also use significantly less energy — 36 kWh per carat versus up to 80 kWh for mined.
JO Atelier menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara etis, termasuk emas 17k dan berlian lab-grown kami.
Apa Perbedaan Antara Berlian Lab-Grown dan Berlian Tambang?
Berlian lab-grown dan berlian tambang identik secara kimia, fisik, dan optik — satu-satunya perbedaan adalah di mana mereka diciptakan.
Berlian tambang terbentuk 1–3 miliar tahun lalu, sekitar 145 km di bawah permukaan bumi, di bawah panas dan tekanan ekstrem sebelum terdorong ke permukaan melalui aktivitas vulkanik. Berlian lab-grown mereplikasi proses yang sama persis dalam lingkungan yang terkendali, menggunakan salah satu dari dua metode: Tekanan Tinggi-Suhu Tinggi (HPHT) atau Deposisi Uap Kimia (CVD) — keduanya mengekspos karbon pada panas dan tekanan tinggi untuk menghasilkan berlian asli.
Proses Pembuatan
Kedua metode menghasilkan berlian asli. HPHT menempatkan benih berlian dalam karbon dan menerapkan suhu di atas 1.482°C dan tekanan 10.300 bar. CVD menempatkan benih berlian dalam ruang tertutup yang diisi gas kaya karbon, yang memecah dan mengendapkan karbon murni pada benih tersebut. Hasilnya adalah berlian nyata — hanya saja ditumbuhkan di atas tanah, bukan di bawahnya.
Dampak Sosial
Berlian lab-grown hadir dengan rantai pasokan yang sepenuhnya transparan, menghilangkan risiko berlian konflik atau berlian darah. Lab beroperasi dengan kondisi kerja yang aman dan upah di atas rata-rata. Sebaliknya, berlian tambang sering dikaitkan dengan rantai pasokan yang tidak etis, kondisi kerja yang buruk, pelanggaran hak asasi manusia, dan pekerja anak. Berlian tambang menghasilkan 1 cedera per 1.000 pekerja per tahun; berlian lab-grown menghasilkan nol.
Dampak Lingkungan
Penambangan membutuhkan penyaringan hingga 80.000 kg tanah untuk satu berlian 1 karat, menyebabkan erosi tanah, penggundulan hutan, dan kerusakan ekosistem. Berlian lab-grown hanya mengganggu 0,006 m² tanah per karat dan menghasilkan sedikit atau tanpa emisi gas, dibandingkan 57 kg karbon dan 14 kg sulfur oksida per karat dari penambangan. Berlian lab-grown juga menggunakan jauh lebih sedikit energi — 36 kWh per karat dibandingkan hingga 80 kWh untuk berlian tambang.